Orang bilang menulis itu menjemukan
Tidak ada interaksi
Tidak bisa berteriak lepas
Banyak pula yang bilang kalau menulis itu payah
Payah karena tidak langsung berhadapan dengan masalah
Payah karena terkesan sendu dan tidak punya teman
Kalau kata aku
Menulis itu jiwa
Jiwa yang selalu ku butuhkan setiap waktu
Walau beberapa orang bilang kalau menulis lambang kesedihan
Bila sedih maka karya tulisan akan banyak dihasilkan
Bila tidak sedih maka akan terjadi krisis karya sastra
Bagiku hal itu ada benarnya
Memang banyak karya yang dilahirkan dari rasa kecewa
Tapi akan banyak pula karya saat orang sedang jatuh cinta
Apapun pendapatnya
Apapun kata mereka
Menurutku hanya satu, menulis ialah identitas diriku
Hidup itu hidup
Hidup itu indah
Itulah kalimat terarogan yang pernah terdengar
Arogan karna melihat hanya dari sebelah mata
Hidup itu nyata
Nyata kesakitannya
Nyata kepedihannya
Hidup itu penuh kepalsuan
Palsu senyumnya
Palsu rasa ikhlasnya
Hidup itu sudut pandang
Kamu berpikir itu biasa
Dan aku berpikir itu menyakitkan
Satu yang jelas
Hidup butuh penghargaan
Manusia butuh penghargaan
Kita lahir butuh akte kelahiran untuk apa?
Untuk penghargaan atas pengorbanan seorang ibu
Untuk penghargaan atas adanya kita di dunia
Kita bersosialisasi butuh aktualisasi diri
Dianggap pendapatnya, diakui keberadaannya
Diingat tanggal penting dihidupnya
Semua orang punya hati dan semua orang tahu itu
Kita hidup harus menjaga hati, menjaga perasaan orang
Dari apa yang membuatnya kecewa dan dari apa yang akan membuatnya kecewa
Saat kamu tak dianggap
Saat perasaanmu tidak dijaga
Maka sadarilah satu
Kamu masih hidup dan harus terus hidup
Hidup untuk memberikan penghargaan kepada orang lain atas kehidupannya
Walau hidupmu sudah buram
Ketika hak atas penghargaanmu hilang
Bukan berarti hak mereka harus kamu lupakan
Hiduplah dengan kelapangan
Karena menghidupkan hidup lebih indah dari menewaskan kehidupan yang lain
Inilah kicauan hatiku
Dari aku yang dianggap dan aku yang tidak ingin menjadi pembunuh
Itulah kalimat terarogan yang pernah terdengar
Arogan karna melihat hanya dari sebelah mata
Hidup itu nyata
Nyata kesakitannya
Nyata kepedihannya
Hidup itu penuh kepalsuan
Palsu senyumnya
Palsu rasa ikhlasnya
Hidup itu sudut pandang
Kamu berpikir itu biasa
Dan aku berpikir itu menyakitkan
Satu yang jelas
Hidup butuh penghargaan
Manusia butuh penghargaan
Kita lahir butuh akte kelahiran untuk apa?
Untuk penghargaan atas pengorbanan seorang ibu
Untuk penghargaan atas adanya kita di dunia
Kita bersosialisasi butuh aktualisasi diri
Dianggap pendapatnya, diakui keberadaannya
Diingat tanggal penting dihidupnya
Semua orang punya hati dan semua orang tahu itu
Kita hidup harus menjaga hati, menjaga perasaan orang
Dari apa yang membuatnya kecewa dan dari apa yang akan membuatnya kecewa
Saat kamu tak dianggap
Saat perasaanmu tidak dijaga
Maka sadarilah satu
Kamu masih hidup dan harus terus hidup
Hidup untuk memberikan penghargaan kepada orang lain atas kehidupannya
Walau hidupmu sudah buram
Ketika hak atas penghargaanmu hilang
Bukan berarti hak mereka harus kamu lupakan
Hiduplah dengan kelapangan
Karena menghidupkan hidup lebih indah dari menewaskan kehidupan yang lain
Inilah kicauan hatiku
Dari aku yang dianggap dan aku yang tidak ingin menjadi pembunuh
Delapan Belas
Saturday, October 27, 2012
Well, 26 oktober kemarin usia gue udah semakin tua, 18 tahun hihihi. Di 18 tahun yang bertepatan sama hari lebaran itu, gue ga berharap banyak kecuali keberkahan umur, peningkatan keimanan, dan kesuksesan tentunya. Dan gue pun mendapat hadiah yang spesial dari Farah Qoonita berupa gambar gif yang lucu banget dan surprise dari Saras Icha Gita (SIG) pada pagi hari buta yang sama sekali ga gue duga sebelumnya. Sebagai ucapan terima kasih atas cinta yang mereka berikan, ini gue berikan gambar gif wujud kasih gue ke mereka semua. Aku sayang kalian semua :*
Subscribe to:
Posts (Atom)
Delicious Diaries Of Denis Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino

